Posts filed under ‘KATOLIK . RIWAYAT THE DA VINCI CODE (PELURUSAN)’

RIWAYAT THE DA VINCI CODE (PELURUSAN)

1.              THE DA VINCI CODE

Sejak tengah kedua tahun 2004, di Indonesia beredar buku novel terjemahan ‘The Da Vinci Code, ’ karya penulis asal Amerika Serikat Dan Brown, yang isinya ternyata menimbulkan polemik. Buku Novel itu di Amerika Serikat meledak dengan cepat dan hanya pada tahun yang sama dengan tahun penerbitannya sudah dicetak lebih dari 50 kali dan termasuk peringkat utama daftar buku best seller ‘The New York Times’ selama berbulan-bulan. Mengapa buku ini isinya dianggap kontroversial dan sampai begitu laku keras termasuk terjemahan dalam bahasa Indonesianya yang juga laris manis?

DALAM BUKU NOVEL karya Dan Brown pertama kali diterbitkan tahun 2003 oleh penerbit Doubleday, New York. Buku ini laku keras sehingga dicetak puluhan kali justru pada tahun yang sama dengan tahun penerbitannya! Ini prestasi luar biasa, karena buku novel itu begitu menarik minat banyak orang, sehingga sampai diterjemahkan ke berbagai-bagai bahasa termasuk Indonesia. Terakhir diberitakan sudah tercetak 17 juta jilid!

TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA

Buku Dan Brown yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah cetakan bahasa Inggeris pada tahun 2003, tahun yang sama dengan tahun penerbitannya, tetapi sudah mencapai cetakan yang ke-45!

Terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, dan cetakan pertama terbit pada bulan Juli 2004. Di Indonesia terjemahan ini juga laku keras dan tiap bulan sejak diterbitkan, buku ini dicetak ulang, bahkan di bulan Nopember 2004 dicetak ulang sampai dua kali. Buku yang dimiliki YABINA adalah terbitan cetakan-VIII (bulan Januari 2005).

Ini prestasi luar biasa bahwa dalam waktu setengah tahun sudah dicetak ulang 8 kali dan itu pun semula dicetak dari cetakan yang ke-45 buku aslinya dalam bahasa Inggeris. Dan, pada saat terjemahan Indonesia mencapai cetakan ke-VIII (Januari 2005) tentu buku aslinya dalam bahasa Inggers juga sudah dicetak puluhan kali sejak terakhir cetakan ke-45 di tahun 2003 yang digunakan sebagai dasar terjemahan Indonesia, belum lagi bagaimana dengan terjemahan dalam bahasa-bahasa lainnya yang juga laku keras.

Sampul buku novel ‘The Da Vinci Code’ memuat kalimat ‘#1 International Bestseller’ dengan tambahan komentar, yaitu: ‘Memukau Nalar Mengguncang Iman!’ dan dibagian bawah sampul ditulis kalimat yang berbunyi: ‘Misteri Berbahaya di Balik Karya Leonardo Da Vinci.’

Memang judul buku ini agak tidak akurat karena diberi judul ‘The Da Vinci Code’ seakan-akan memberi petunjuk adanya Kode Da Vinci, padahal Da Vinci artinya ‘dari (kota) Vinci.’ Tetapi kelihatannya ini memang tehnik penulis untuk menarik minat pembaca dengan trademark ‘Da Vinci’ karena bagian nama inilah, yang sebenarnya kata keterangan, lebih dikenal daripada nama sebenarnya dari pelukis Leonardo yang bukan saja pelukis tetapi juga arsitek, ahli bangunan dan mesin, ahli matematika dan kejeniusan lainnya’

DAYA TARIK ‘THE DA VINCI CODE’

Secara karya tulis, kelihatannya buku novel ini menarik karena beberapa hal:
• Sekalipun bukunya tebal, isinya dibagi banyak chapter pendek (105) yang mempermudah pembaca;
• Isi buku yang berisi thriller menegangkan, teka-teki, detektif & konspirasi, skandal memang laku untuk dijual kepada pembaca;
• Lebih-lebih novel ini mencuatkan sensasi religius tentang ‘Yesus yang menikah dengan Maria Magdalena dan memiliki anak’;
• Buku ini dibumbui keterangan ‘Fakta’ bahwa “Semua deskripsi karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritus rahasia dalam novel ini adalah akurat.”

SEMINAR ‘THE DA VINCI CODE’

Sekalipun seseorang yang membaca dan berwawasan luas melihat isi buku ini sekedar sebagai novel fiksi dan mimpi sensasional, namun ternyata masyarakat umum banyak yang tertarik.

Bagus sekali kalau GII (Gereja Injili Indonesia) melalui mimbar Parousianya menggelar seminar mengenai topik ini untuk memberi informasi kepada jemaat mengenai hal-hal yang menyangkut iman Kristen yang disinggung dalam novel ini. YABINA diminta ikut berperan dan dipercaya untuk memimpin seminar dengan persentasi audiovisual dengan tema ini di GII – Plaza Semanggi, Jakarta, pada tgl. 16 April 2005. Seminar mana mendapat sambutan luar biasa dan dihadiri oleh 260 peserta memenuhi kursi yang tersedia.

2.                 2. ISI BUKU ‘THE DA VINCI CODE’

Bagaimana isi buku novel yang menggegerkan itu? Kita akan menyimak apa yang diceritakan oleh penulisnya dalam buku novel ‘The Da Vinci Code,’ kemudian menyimak komentar Dan Brown mengenai bukunya ketika di wawancarai oleh jaringan TV-ABC (USA). Selanjutnya beberapa topik sekitar buku itu akan dibicarakan termasuk ‘Leonardo Da Vinci dan lukisan-lukisannya’, ‘The Templars’, ‘Opus Dei’, ‘The Holy Grail’, ‘Injil Gnostik’, ‘Konsili Nicea’ (325), dan sebagainya

DALAM NOVEL The Da Vinci Code dimulai dengan koinsiden di kota Paris, dimana ada kurator museum yang ingin berhubungan dengan seorang ahli simbologi dari Harvard (USA) yang sedang mengadakan ceramah di kota itu, namun sebelum tercapai, kurator itu terbunuh dan meninggalkan teka-teki rahasia iman untuk dipecahkan oleh ahli simbologi itu dengan bantuan seorang polisi wanita Paris yang kryptolog/pemecah kode yang ternyata adalah cucu kurator itu sendiri.

MUSEUM LOUVRE

Kurator museum Louvre di Paris, Jacques Sauniere, berjalan di Galeri Agung di malam hari, diserang seorang albino yang menginginkan rahasia kuno darinya, Ia lari tetapi ditembak mati.

Sebelum mati, Sauniere ingin bertemu dan menghubungi Robert Langdon, profesor Simbologi Agama Universitas Harvard yang sedang memberikan ceramah di American University of Paris. Namun, sebelum bertemu, malamnya di kamarnya di hotel Rits ia dikunjungi Jerom Collet dari Direktorat Polisi Judisial Pusat Paris, yang memberitahukan kematian Suniere yang ada janji dengan dia, dan mengajak Langdon pergi ke museum malam itu juga dimana mayat Suniere ditemukan.

Dengan mobil mereka menuju museum Louvre melalui pintu masuk pada La Pyramide terbuat dari dinding kaca. Ia disambut Bezu Fache, Kapten Direktorat Polisi Judisial Pusat Paris, dan bersama menuju lokasi mayat.

Fache menginterogasi Langdon menanyakan alasan kontaknya dengan Sauniere yang sekarang mati terbunuh. Langdon menulis buku tentang ikonografi pemujaan dewi – simbol kesucian perempuan dan seni, dan mendengar tentang Suniere yang dianggap tahu banyak tentang itu.

Ketika melalui Galeri Agung, Langdon melihat lukisan besar tergeletak di lantai, rupanya Suniere ditembak ketika berada di situ, dan mayat Suniere ditemukan di gang dalam posisi telanjang di lantai.

PESAN KODE SUNIERE

Sebelum mati Suniere menggambari perut bugilnya dengan pentakel (bintang lima titik) sekitar pusarnya dengan darah bekas luka tembakan diperut. Menurut Langdon gambar pentakel merupakan aspek perempuan dari simbol keseimbangan alam yin-yang, dan menggambarkan Venus – dewi seks, cinta, dan kecantikan.
Pentakel dijadikan simbol kejahatan/setan oleh Vatikan, untuk membasmi agama kafir. Posisi tubuh yang berbentuk pentakel dan kebugilan Suniere merupakan penjelasan bagi Venus, dewi seksualitas manusia, dan secara khusus menunjuk ketuhanan perempuan. Terlihat juga tangan kiri Suniere memegang spidol tinta yang baru bisa dilihat bila disinari dan menulis pesan di atas lantai parket dalam bahasa Inggeris:

13-3-2-21-1-1-8-5
O, Draconian Devil!
Oh, lame saint!

Ketika lampu menyinari lebih luas terlihat lingkaran sekitar tubuh telentang Suniere menggambarkan Manusia Vitruvian lukisan Leonardo Da Vinci.

Sophie Neveu, lulusan Inggris, dari Departemen Kriptografi yang dititipkan kepolisian, datang dan mengatakan sudah memecahkan kode angka itu. Ia memberi pesan Langdon agar berhati-hati karena ia dalam bahaya karena dijadikan tersangka pembunuh oleh Fache. Sophie menjelaskan bahwa:

13-3-2-21-1-1-8-5

Kalau diurut dari yang kecil:

1-1-2-3-5-8-13-21

adalah rangkaian Fibonacci yang setiap angkanya berikutnya = jumlah dua angka terdahulu.

Langdon ke toilet dan ditemui Sophie yang memberitahu ia dila-cak dengan alat di sakunya. Baris-4 coretan Suniere dihapus Fache:

P.S. Cari Robert Langdon

Sophie mengaku Sauniere adalah kakeknya dan ingin menarik perhatiannya karena lukisan Vitruvian Man adalah kesayangan Sophie, dan kode P.S. adalah nama panggilan kakeknya padanya yaitu Princese Sophie.

Langdon & Sophie kabur setelah mengecoh Fache dengan melemparkan alat diteksi dikantongnya keluar jendela.

O, Draconian Devil!
Oh, lame saint!

adalah anagram sempurna dari:

Leonardo da Vinci!
The Mona Lisa!

P.S. ternyata adalah singkatan Priore de Sion (Biarawan Sion), perkumpulan rahasia yang pernah diikuti Sir Isaac Newton, Leonardo da Vinci, dan kakek Sophie, dan kalimat itu menunjuk ke lukisan Monalisa dimana tertulis dengan spidol stylus bercahaya, kalimat:

SO, DARK THE CON OF MAN
-begitu gelap tipuan lelaki-

Kode ini merupakan anagram lukisan ‘Madonna Of The Rocks’ yang tepat tergantung didepan Monalisa. Di belakang lukisan itu, Sophie menemukan kunci berbentuk salib utnuk membuka sesuatu dengan initial P.S.. Kunci itu alat pembuka rahasia besar.

BANK PENYIMPANAN ZURICH

Setelah menemukan kunci itu Sophie & Langdon kabur dari museum memasuki udara malam Paris. Sophie mengenang ketika kecil tanpa sengaja melihat adegan mengejutkan dimana kakeknya melakukan upacara biarawan sion dengan bertelanjang.
Sophie dan Langdon dikejar polisi Paris dimana-mana. Mereka pergi ke stasiun beli tiket tetapi tidak naik dan menyelinap naik taxi, dan mereka dikejar Fache.
Pada kunci ditemukan kode:

24 Rue Harco

Langdon menceritakan pada Sophie tentang Biarawan Sion yang didirikan di Yerusalem tahun 1099 oleh raja Perancis Godefroi de Bouillon yang menyimpan dokumen rahasia yang dikubur di bawah reruntuhan kuil Herodes yang dibangun di atas bekas kuil Solomon. Untuk mengambil dokumen dari reruntuhan ruang mahasuci, dibentuk satuan tentara salib yang dinamakan ‘Templar.’

Dokumen rahasia itu disebut ‘Sangreal’ yang ada kaitannya dengan kata Spanyol ‘sangre’ (darah), yang dikenal sebagai turunan kata Perancis ‘sangraal’ yang berkembang menjadi ‘sangreal’ atau ‘The Holy Grail.’ Biarawan Sion tidak memaksudkan kata itu sebagai ‘cawan perjamuan’ melainkan sesuatu yang lain yang merupakan rahasia besar.

Dengan naik taksi Langdon & Sophie menuju alamat yang tertera di atas kunci yang ternyata alamat Bank Penyimpanan Zurich, bank yang buka 24 jam dan orang bisa menyimpan apa saja tanpa nama, hanya nomor kode.

Andre Vernet, presiden bank mendapat tilpon Fache, lokasi Langdon & Sophie sudah diketahui terperangkap dalam bank. Ternyata Vernet teman Suniere.

Kunci yang dibawa Sophie cocok namun dibutuhkan password 10 angka untuk membukanya, dan angka itu ternyata adalah deret Fibonnaci yang ditinggalkan Suniere, yaitu:

1-1-2-3-5-8-13-21

Locker bank terbuka dan ditemukan sebuah kotak kayu mawar berpolitur seukuran kotak sepatu bergambar mawar dengan 5 kelopak yang merupakan simbol biarawan untuk Holy Grail dan wanita.

Andre Vernet membantu Langdon & Sophie keluar dari bank yang dikepung polisi dengan naik truk untuk mengirim benda-benda yang disimpan di bank itu.

Dalam box truk Langdon & Sophie melihat isi kotak yang ternyata silinder batu pualam sebesar kotak bola tenis, terdiri dari 5 cakram yang ditumpuk menjadi satu. Silinder itu dinamakan cryptex dan diciptakan Leonardo Da Vinci. Setiap cakram dindingnya bertuliskan deretan abjad. Untuk membuka silinder itu dibutuhkan password 5 angka.

Tiba-tiba mobil berhenti dan Vernet membuka pintu menodongkan pistol meminta kotak itu diserahkan padanya. Langdon & Sophie melepaskan diri dan kabur dengan truk meninggalkan Vernet.

PENJELASAN TEABING TENTANG HOLY GRAIL

Mereka pergi ke Puri Villette untuk bertemu dengan Sir Leigh Teabing, mantan ahli sejarah bangsawan Inggeris yang tinggal di Perancis untuk mencari rahasia Holy Grail yang sudah dipelajarinya lama. Mereka disambut penjaga rumah bernama Remy.

Teabing menjelaskan Holy Grail bukanlah cawan tetapi melambangkan sesuatu yang dirahasiakan. Alkitab adalah buatan manusia, sebagai catatan sejarah melibatkan penerjemahan, penambahan, dan revisi tak terhitung.

Alkitab disusun kaisar Roma yang kafir, raja Konstantin Agung. Karena ia melihat pengaruh kristen makin berlipat-lipat, pada tahun 325 ia memutuskan untuk menjadikan Romawi dalam sebuah agama tunggal, yaitu Kristen sambil mengambungkannya dengan ritual kafir. Nyaris semua ritus Katolik – mitra, altar, doksologi, dan komuni, atau perjamuan “makan Tuhan” – diambil langsung dari agama-agama misteri kafir di masa awal bahkan ibadat menggunakan hari ibadat kafir (minggu) penyembahan matahari Sun-day.

Untuk menjalankan fusi agama kristen dan kafir itu Konstantin memperkuat tradisi kristen yang baru dengan mengadakan Konsili Nicea (325). Dalam konsili ini Teabing mengatakan banyak aspek kekristenan diperdebatkan dan ditetapkan berdasar voting termasuk ke’Tuhan’an Yesus.

Yesus sebenarnya manusia biasa, ditetapkan sebagai ‘Putra Tuhan’ secara resmi melalui voting oleh Konsili Nicea. Konsili digunakan Konstantin untuk menyusun Alkitab, dan Injil yang menyebut Yesus sekedar manusia dibakar.

Beberapa Injil lain berhasil diselamatkan dari Dead Sea Scrolls (Gulungan Laut Mati, 1950-an) dan juga di Nag Hamadi (perpustakaan Gnostik, 1945). Gulungan ini dibungkam karena bertentangan dengan agenda politik gereja.

LUKISAN LAST SUPPER

Teabing menjelaskan lukisan ‘Last Supper’ dimana menurutnya, lukisan leonardo tidak menggambar adanya Cawan (Grail) dipakai Yesus, karena itu cawan itu artinya ‘seorang … perempuan.’

Lambang V ceper disebut chalice, menyerupai rahim perempuan dan kesuburan. Legenda menggunakan cawan sebagai metafora bagi sesuatu yang jauh lebih penting. Teabing mengatakan:

“Grail sebenarnya adalah simbol kuno untuk dunia keperempuanan, dan Holy Grail mewakili perempuan suci dan dewi, yang tentu saja sekarang sudah hilang, dihapuskan Gereja.”

Konsep perempuan sebagai pembawa kehidupan merupakan dasar agama kuno. Grail adalah simbol dewi yang hilang, dan legenda pencarian Grail yang sebenarnya merupakan cerita-cerita tentang permintaan yang terlarang untuk mencari perempuan suci yang hilang. Seorang perempuan yang membawa rahasia yang begitu kuatnya sehingga, jika terbongkar, akan mengancam dan merusak dasar iman Kristen.

Gambar disebelah kanan Yesus dengan rambut berwarna merah, yang kedua lengan lembutnya terlipat, dadanya memberi isyarat, menunjuk perempuan Maria Magdalena, pelacur itu.

Last Supper menggambarkan Yesus dan Maria Magdalena sebagai suami isteri, kedua pakaian mereka berbalikkan seperti yin-yang, Yesus berjubah merah dengan mantel biru dan Maria berjubah biru bermantel merah. Lebih dari itu Yesus dan pasangannya tampak sangat berdekatan dan saling bersandar satu sama lain, seolah mereka menciptakan ruang negatip yang tergambar jelas di antara mereka.

Di bagian yang tampak terang ada simbol V, dan dibagian tengah ada gambar besar berbentuk huruf M, sebuah akronim untuk Maria Magdalena, seorang perempuan.

Sebagai acuan, Teabing menjelaskan tentang The Gnostik Gospel, film The Last Temptation of Christ, Injil Maria Magdalena, dan buku Holy Blood – Holy Grail.

Menurut Injil yang tidak berubah, bukan Petrus tetapi Maria Magdalena-lah yang diberi pesan untuk mendirikan gereja Kristen. Ini terlihat dari kemarahan Petrus dalam lukisan itu yang seakan-akan menggorok leher Maria dengan tangannya dan tangan kanannya membawa pisau. Maria Magdalena menikah dengan Yesus dan menghasilkan keturunan, dan pada waktu Yesus di salib, Maria hamil dan pergi ke Perancis dan melahirkan anak perempuan bernama Sarah.

Dokumen The Magdalena Diaries tentang rahasia hubungan Maria dengan Yesus terkubur bersama mayat Maria di bawah Kuil Salomo yang ditemukan oleh The Templars. Sedang tugas biarawan Sion adalah untuk:

1. Melindungi dokumen Sangreal;
2. Melindungi makam Maria Magdalena; dan
3. Melindungi garis keturunan Kristus.

Rahasia itu tetap terjamin, dan ketika ada keturunan Yesus & Maria yang menikah dengan bangsawan Perancis, keturunannya disebut Merovingian, dan yang tersisa sekarang adalah keluarga Plantard dan Saint-Clair.

OPUS DEI

Bila Biarawan Sion menjaga rahasia keturunan Holy Grail, novel Dan Brown menyebutkan bahwa gereja Roma Katolik melalui Opus Dei berusaha memusnahkan rahasia itu.

Seorang Albino yang dikatakan pada awal novel itu sebagai membunuh Suniere adalah seorang anggota Opus Dei yang bernama Silas yang ditolong Opus Dei dari penderitaan masa kecil.

RIWAYAT SILAS

Silas dimasa kecilnya menderita, ibunya sering dipukuli bapaknya, bapaknya malu melahirkan anak albino sehingga kalau Silas membela ibunya ia pun dipukuli. Sekali waktu ibunya dipukuli sampai mati lalu Silas mengambil pisau dapur dan membunuh bapaknya yang tidur mabuk. Ia sempat memukuli sampai hampir mati gadis yang mengejeknya, dan ketika mencuri daging di kapal, ia kepergok 2 pelaut dan mematahkan leher seorang. Ia dikirim kepenjara Andora dan mendekam 12 tahun.

Ia melarikan diri dari penjara, naik gerbong kereta api, namun dibuang sehingga masuk desa kecil dan terlelap. Ia ditolong pendeta yang dirampok. Pendeta itu Manuela Aringarosa berasal dari Madrid. Silas kemudian diberi pondokan dan diberi nama Silas, lalu dibawa ke Amerika Serikat ketika menjadi petinggi Opus Dei.

Pengikut The Way menggunakan alat siksa diri berupa cilice, pengikat dari kulit, ditaburi mata kail dari metal tajam yang menancap ke daging untuk mengingat penderitaan Yesus tanpa terputus.

Opus Dei didirikan tahun 1928 oleh pendeta Spanyol Josemaria Escriva dan berpusat markas di kota New York. Uskup Aringarosa, direktur utamanya, mengemas pakaiannya untuk berangkat ke bandara menuju Roma.

Opus Dei adalah gerakan kembali ke nilai katolik konservatif dan mendorong pengikutnya untuk memperbanyak pengorbanan dalam hidup mereka sebagai usaha menjalankan karya Tuhan.

GEREJA SAINT-SULPICE

Silas mendapat petunjuk Guru yang menyuruhnya melakukan pembunuhan 3 orang senehaux dan mahaguru Suniere dari Biarawan Sion, dan ia melapor bahwa semua mengaku adanya batu kunci yang berisi rahasia tersembunyi di gereja tua Saint Sulpice Paris.

Diatas pesawat uskup Aringarosa menerima tilpon bahwa Silas menemukan batu kunci di gereja itu. Saint-Sulpice dilengkapi biara dipimpin suster Sandrine Bieil. Suster menerima pesan ada anggota Opus Dei yang tengah malam itu harus menginap di gereja itu tanpa bisa ditunda lagi.

Silas masuk ke gereja, mengamati keadaan gereja dan menyaksikan garis mawar yang melintang dari utara ke selatan. Menurut Guru, batu kuci disembunyikan di bawah garis mawar.

Aringarosa mendarat di Roma, Silas mencari batu kunci dibawah garis mawar dan obelisk dimana ia menduga ada ruangan di bawahnya. Ia diawasi dengan curiga oleh suster Sandrine dari atas.

Silas membongkar lantai gereja dan menemukan tempat penyimpanan dan menemukan lempeng batu dengan inskripsi bertuliskan ayat Ayub 38:11 berbunyi:

“Sampai di sini kau boleh datang, tapi jangan lewat.”

Suster Sandrine berusaha menilpon ke 4 alamat kontaknya, tetapi semuanya telah tewas. Ia mendapat petunjuk sebelumnya bahwa kalau ada yang membongkar lantai gereja artinya mereka semua telah tewas. Tiba-tiba Silas dengan memegang tempat lilin besi menyuruhnya meletakkan tilpon dan mengatakan bahwa ia ditipu ke-4 korbannya dan marah karena suster mengabdi pada mereka, karena itu ia memaksa suster Sandrine menunjukkan tempat penyimpanan ‘batu kunci’ itu. Ia kemudian membunuh suster Sandrine dengan tempat lilin itu.

Silas putus asa karena semua petunjuk ke arah batu kunci telah mati dan hilang. Silas berdoa minta ampun & menanggalkan jubah.

ARINGAROSA TIBA DI ROMA

Uskup Aringarosa tiba di bandara Leonardo Da Vinci di Roma, dan ia dijemput mobil menuju Puri Gandolfo. Ia heran dibawa kesana dan bukan ke Vatikan dan mempertanyakan mengapa belum ada berita dari Guru tentang penemuan Silas. Aringarosa diminta guru memanfaatkan hubungannya dengan Vatikan dan meminta uang. Ketiga petinggi termasuk sekertaris Vatikan memberikan tas berisi uang 20 juta Euro.

Aringarosa bertanya-tanya mengapa Guru belum menilponnya, kemudian ia bertanya ke kantor pusat Opus Dei di New York barangkali ada yang menilponnya. Aringarosa telah menghubungkan Silas dengan Guru untuk menjalankan tugas yang diinginkan. Silas dikamarnya menilpon Guru dan mendapat tugas baru. Ia diperintahkan pergi ke rumah Teabing. Silas ingin mencuri batu kunci dan mengintip Teabing yang berbicara dengan Langdon dan Sophie.

PERJUMPAAN DI RUMAH TEABING

Teabing memberi kesan bahwa gereja telah membunuh kakek Sophie demi menutup rahasia Holy Grail. Gereja dan Biarawan sebenarnya saling tahu dan membiarkan namun ada rencana rahasia itu akan dibuka dan waktu itu sudah tiba sehingga membuat gereja bertindak. Waktu itu adalah zaman yang menggantikan dua milenium Pisces, zaman kekristenan, dan digantikan zaman Aquarius yang idealnya mengklaim bahwa manusia akan mengetahui kebenaran dan mampu berfikir bagi dirinya sendiri.

Sophie mengaku batu kunci itu sudah ditemukan di bank. Silas mendengar dan ia ingin merebutnya. Teabing memegang batu kunci itu.

Tiba-tiba kepala Langdon dipukul dengan gagang pistol. Seorang albino yaitu Silas menodong mereka dengan pistol. Teabing terjatuh dan Silas ingin merampas batu kunci, dan sebelum itu terjadi Teabing menggunakan tongkatnya untuk memukul kaki Silas tepat di cilicenya sehingga Silas terjatuh dan pistolnya menyalak.

Sementara itu dii luar rumah, Collet dan timnya sudah mengurung rumah itu, mereka tidak menyerbu karena menunggu kedatangan Fache. Ternyata Bezu Fache tangan Aringarosa juga. Karena mendengar tembakan dari dalam rumah, para polisi dibawah Collet menyerbu Puri Villette.

TEABING DKK KABUR

Teabing dkk keluar lewat pintu belakang Puri ke hutan dan kabur dengan Range Rover dikemudikan Remy. Silas diikat dan diletakkan di belakang. Mereka menuju bandara Le Bourget menuju pesawat pribadi Teabing yaitu Elizabeth.

Langdon menghubungi Jonas Faukman, editor di New York, ternyata Jonas telah mengirimkan naskahnya ke beberapa orang termasuk Suniere. Itulah sebabnya berita itu sampai ke Perancis.

Fache dan Collet menggeledah Puri Villette dan menemukan nomor tilpon Le Bourget dan mendapat berita bahwa pesawat Teabing baru saja tinggal landas entah kemana. Ternyata Teabing menuju ke Biggin Hill di Inggeris.

Collet juga menemukan daftar nama-nama anggota Biarawan Sion termasuk Leonardo Da Vinci, Isaac Newton, dan Victor Hugo.

Sementara itu di udara uskup Aringarosa mendapat perintah mendadak untuk membelokkan pesawat dari Paris ke London

KODE BATU KUNCI

Langdon menemukan teks asing dibawah lukisan Mawar. Teks itu adalah pesan Suniere:
“sebuah nisan yang dipuja oleh para Templar merupakan kunci … dan atbash akan membuka kebenaran kepadamu”

Menurut Langdon, Sophie ingat kakeknya melakukan pesta topeng Androgini dan Hieros Gamos, hubungan seksual suci.
Orang Yahudi percaya bahwa dalam ruang mahakudus bukan saja ada Yahweh tetapi juga Shekinah, lambang perempuan. Tetragram YHWH dianggap berasal dari perpaduan jasmani antara Yah dan Havah yang menggambarkan Hawa, perempuan.

Gereja menuduh Tamplar memuja batu berukir yaitu dewa kafir Baphomet yang adalah dewa kesuburan yang memiliki kekuatan penciptaan reproduksi. Kata Baphomet dianggap sebagai:

B a PV o M e Th

Dan kalau dibaca sebagai sandi terbalik sesuai atbash akan menjadi dua baris seperti berikut:

[color=red]A – B – G – D – H – V – Z – Ch – T – Y – K -
Th – Sh – R – Q – Tz – P – O – S – N – M – L –

Bila kata Baphomet tanpa vokal dideretkan diperoleh nama: :

B-PV-M-Th

dengan atbash diatas menjadi:

Sh-V-P-Y-A

Karena Sh tidak ada dalam Abjad, maka itu menjadi:

S- O- F[/1u]- [u]I- A

Ketika kode 5 huruf itu dimasukkan silinder, terbukalah silinder itu. Di dalamnya terlihat gulungan dan cryptex kedua yang lebih kecil. Gulungan itu berisi tulisan:

[color=red]In London Lies A Knight A Pope Interred

Pesawat yang mereka tumpangi mendarat di London namun mereka sudah ditunggu barisan polisi. Teabing berhasil kabur dengan Limousine pribadinya yang berisi Remy, Langdon, Sophie dan Silas, dengan cara mengelabui polisi yang mengepung mereka.

GEREJA TEMPLE

Mereka kembali meneliti gulungan yang berisi puisi itu dan akhirnya mengerti bahwa tempat itu adalah gereja yang dibangun oleh angkatan bersenjata Biarawan Sion yaitu Knights Templar sendiri, Temple Church adalah tempat Templar dimakamkan. Setelah menemukan gereja itu Teabing, Langdon & Sophie memasukinya sekali pun belum buka. Menurut pelayan altar gereja, tempat itu bukan makam dan hanya memuat patung-patung saja.

Di luar, Remy keluar dari Limusinnya dan membebaskan Silas, ternyata keduanya sama-sama adalah pelayan Guru. Bezu Fache ternyata juga anggota Opus Dei yang melayani Uskup Aringarosa.

Silas masuk ke gereja dan menodongkan pistol meminta agar batu kunci diserahkan kepadanya. Batu kunci masih dipegang Langdon dan karena akan dijatuhkan belum berhasil dirampas Silas. Karena kuatir, akhirnya Remy masuk juga ke dalam gereja.

Remy menodong Teabing sehingga akhirnya Langdon menyerahkan batu kunci ke tangan Silas. Langdon & Sophie dilepaskan dan melarikan diri. Mereka menilpon polisi London tetapi disambungkan ke Bezu Fache.

Silas dan Remy membawa Teabing dengan limusin dan Silas ditilpon guru agar menginap di kantor Opus Dei malam itu. Setelah menurunkan Silas Remy menuju ke taman St. James. Guru meracuni Remy dengan Cognac yang membuat Remy alergi dan sesak nafas sampai meninggal dan batu kunci dirampas guru.

Markas Opus Dei dikepung polisi dan Silas yang melarikan diri, tiba-tiba ada yang mencengkramnya dan Silas menembak, ternyata itu uskup Aringarosa.

Aringarosa yang tertembak dibawa Silas ke rumah sakit dan Aringarosa merenungkan pertemuan sebelum yang terakhir di puri Gandolfo dimana Vatikan akan mencabut dukungan pada Opus Dei, kemudian tiba-tiba ada Guru yang mengesankan pejabat tinggi Vatikan menghubunginya untuk menemukan Grail yang bisa meningkatkan dukukan kembali Vatikan bagi Opus Dei bila ia berhasil mendapatkannya.

SIR ISAAC NEWTON

Langdon & Sophie pergi ke King’s College mencari melalui komputer kata sandi, yaitu:

In London Lies A Knight A Pope Interred

Ternyata itu adalah Isaac Newton yang bergelar Sir dan pada waktu pemakamannya dihadiri Paus temannya saat itu. Ia dimakamkan di Westminster Abbey Yang diatas makamnya ada bola.

Langdon & Sophie menuju ke makam Newton tetapi Guru sudah lebih dahulu ke situ dan memberi petunjuk pada keduanya agar pergi ke taman untuk menemuinya, ia menawan Teabing.

Di taman, Langdon & Sophie terkejut karena ternyata Guru itu adalah Teabing sendiri. Teabing kemudian membuka rahasia dirinya kepada Langdon & Sophie. Terjadi perebutan batu kunci dan batu itu jatuh ke tangan Langdon dan dibuka dengan password :

APPLE

Buah lambang kejatuhan perempuan suci yang dimakan oleh Hawa, dan juga buah yang jatuh ke atas kepala Newton yang menjadikannya mengerti hukum gravitasi. Buah itulah yang dimaksud sebagai bola di atas Newton.

Pada saat sama Fache masuk keruangan menangkap Sir Leigh Teabing. Teabing telah membuat kesalahan dengan memanfaatkan pertentangan yang terjadi antara Vatikan dan Opus Dei dan memanfaatkan Uskup Aringarosa untuk menjalankan misinya. Fache adalah tangan Uskup Aringarosa untuk menjalankan misi di Paris.

Dari batu kunci ke dua yang kecil yang sudah dibuka, Langdon menemukan sebuah gulungan papirus yang bertuliskan kalimat:

Holy Grail menanti di bawah Roslin kuno.
Mata pedang dan cawan berjaga dimuka gerbang-Nya.

Kapel Roslin adalah kapel yang berada di Skotlandia dan dibuat meniru Bait Allah Salomo di Yerusalem terutama dinding sebelah Baratnya, dan Roslin atau tepatnya Rosslyn berasal dari dua kata Rose Line, garis meridian mawar yang menggambarkan rahim dewi yang kalau dibalik menjadi ‘Line of Rose’ garis keturunan Maria Magdalena karena mawar melambangkan wanita dan menununjuk ke Maria Magdalena.

Langdon & Sophie naik pesawat terbang ke Roslin kemudian naik taksi dan berusaha untuk memasuki gerbang Roslin. Sophie merasakan bahwa ia pernah ke situ dibawa kakeknya dimasa kecil.

Pemuda penjaga gereja ternyata adalah adik Sophie dan Sophie kemudian bertemu dengan neneknya yang tinggal bersama adiknya. Kecelakaan yang direkayasa yang dianggap menimpa keluarga Sophie ternyata hanya menimpa ayah dan ibu Sophie.

Nenek Sophie juga berada di situ sebagai penjaga gereja dan menurutnya, orang tua Sophie keduanya keturunan Merovingian, keluarga Plantard dan Saint-Clair, jadi Sophie keturunan Yesus dan Maria Magdalena.

Lambang bintang David adalah perpaduan pedang dan cawan yang melambangkan kesatuan laki dan perempuan.

EPILOG

… Ternyata, semuanya hanyalah mimpi Robert Langdon yang tertidur selama dua hari di hotel Rits yang diinapinya di Paris. Ia kemudian mengunjungi Louvre.

 

3.              DAN BROWN

Dan Brown adalah penulis dari Amerika Serikat yang telah menulis beberapa karya best seller, namun dari semua karyanya itu, novel The Da Vinci Code adalah yang paling laris.

KARYA Dan Brown mendapat perhatian dari berbagai media seperti CNN, The Today Show, Voice of America, diberitakan di Newsweek, Time, Forbes, People, GQ, The New Yorker, dan sebagainya. Dan Brown menempuh pendidikan di Amherst College dan Phillips Exceter Academy, sebelumnya sempat mengajar bahasa Inggeris sebelum full time menulis.

THE DA VINCI CODE

Sejak tahun 1996, Dan Brown tertarik dengan pemecahan kode dan agen pemerintah yang dituangkan dalam novelnya berjudul Digital Fortress, novel ini membahas kontradiksi antara kepentingan publik dan keamanan nasional.

Dan Brown tumbuh dalam kondisi yang paradoksial atau kontroversial, atau dalam kondisi dilema filsafat ilmu dan kepercayaan (agama). Ini juga menjadi inspirasi dalam novelnya berjudul Angels & Demons, yang mempertentangkan ilmu dan kepercayaan yang mengambil setting di laboratorium fisika Swiss dan kota Vatikan.

Bukunya The Da Vinci Code merupakan proyek berikutnya yang bertema sama yaitu simbolisme agama, yang sudah diterjemahkan lebih dari 40 bahasa dan sudah terjual lebih dari 17 juta copy. Dalam bahasa Inggeris sudah dicetak lebih dari 50 kali, dan dalam bahasa Indonesia sudah dicetak 8 kali pada Januari 2005.

NOVEL FIKSI

Buku itu sebenarnya tidak perlu diributkan karena Dan Brown sendiri mengakuinya sebagai fiksi dan ceritanya juga adalah mimpi.

Dalam wawancara dengan stasiun TV-ABC, Dan Brown mengatakan:

“The Da Vinci Code is a novel and therefore a work of fiction. While the book’s character and their actions obviously not real, the artwork, architecture, documents, and secret rituals depicted in this novel all exist. These real elements are interpreted and debated by fictional characters.”

 

4.              KONSILI NICEA

Dalam novel The Da Vinci Code, beberapa kali kekristenan digugat dalam kaitan dengan Konsili di Nicea (325), yaitu a.l. disebutkan bahwa:
(1) Ke’Tuhan’an Yesus baru diputuskan oleh Konstantin di Nicea melalui voting; dan
(2) Kanon Alkitab diputuskan secara politik oleh Konstantin melalui konsili yang sama.

Bagaimana sebenarnya isu soal Konstantin dan Konsili Niceanya?

DALAM KONSILI yang diadakan di kota Nicea diadakan pertama kali pada tahun 325 semasa pemerintahan raja Konstantin Agung (274-337).

Konsili ini diadakan karena adanya penatua di Aleksandria bernama Arius yang melontarkan ajaran yang berbeda dengan pemahaman gereja secara umum selama 4 abad mengenai ke’Tuhan’an Yesus. Pandangan Arius ditolak oleh uskup Aleksander dan penatua Athanasius yang juga berasal dari gereja Aleksandria, penolakan ini kemudian diteguhkan dalam konsili Nicea yang khusus diadakan membahas pengajaran Arius.

Faham yang mendasari Arius:

GNOSTIKISME

Pada abad-2/3 berkembang ajaran Gnostik yang mengajarkan bahwa ‘percikan api ilahi’ jatuh dari realita ilahi ke dunia materi yang jahat dan terpenjara dalam diri manusia. Ada keberadaan awal yaitu Tuhan yang tidak dikenal, dan darinya terpancar/ emanasi ilah-ilah lebih rendah yang berakhir dengan ‘sophia’ yang memiliki keinginan untuk mengetahui ‘keberadaan tertinggi’ itu. Dari Sophia terbentuk ‘ilah yang merosot yang jahat yang disebut ‘demiurge’ yang dikirim untuk menyelamatkan manusia.

Ada gnostik yang menyamakan demiurge sebagai Allah PL, dan ada yang mengatakan bahwa ‘Kristus, roh ilahi’ merupakan logos demigod yang mendiami manusia Yesus dan tidak mati disalib, melainkan kembali kepada sumbernya. Gnostik menolak penebusan Yesus Kristus dan kebangkitan tubuh.

Gnostikisme sezaman dengan faham:

NEOPLATONISME

Plato (428-347sM) membagi realita menjadi dunia Bentuk/Ide dan Materi. Dunia bentuk/ide tertinggi dan sempurna disebut ‘Yang Baik.’ Pengetahuan mengenai itu menjadi sumber pembimbing dalam menentukan keputusan moral.

Pemikiran Plato dalam perkembangan ‘Middle Platonic’ dijabarkan sebagai hirarki prinsip ilahi yang dimulai dengan prinsip tertinggi yang disebut ‘Yang Satu’ yang mengandung pikiran ilahi yang dipertentangkan dengan dunia materi atau jiwa yang jahat.

Pemikiran ini kemudian diajarkan oleh Amonius Saccas (174-242) dan dikembangkan muridnya bernama Plotinus (205-207) sebagai Neo-Platonisme yang menggambarkan realita sebagai hirarki keberadaan yang makin kebawah makin rendah dan merupakan ekspresi lebih rendah dari yang diatasnya, demikian seterusnya, dan merupakan proses pencurahan energi Allah yang bertingkat. Tingkat teratas disebut logos dan tingkat dibawah dipancarkan/emanasi dari yang diatasnya, demikian seterusnya.

Plotinus menolak gagasan gnostik yang menyebut dunia materi itu jahat, tetapi dalam banyak segi lainnya keduanya saling mempengaruhi.

ARIANISME

Arianisme dirintis oleh Arius (256-336), seorang penatua di gereja Aleksandria. Ia terpengaruh neoplatonisme. Menurutnya preexistence Yesus bukanlah Allah tetapi ciptaan pertama yang ‘seperti Allah’ (homoi-ousius) atau ‘demigod,’ semacam konsep ‘demiurge’ yang lebih rendah dalam Gnostik. Bagi Arius karena Yesus ciptaan, maka ia bukan Allah, dan bukan penebus karena hanya Allah yang bisa menebus.

Pengajaran Arius ditolak gereja di Nicea (325) namun kemudian dipercaya kelompok ‘Unitarian’ (abad-16) dan ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ (abad-19).

YESUS ADALAH ALLAH

Konsili Nicea mempertahankan ajaran tradisional yang menyebutkan bahwa Yesus adalah Allah (Yoh.1:1;20:28) yang sehakekat dengan Bapa (homo-ousius).

Ajaran Yesus adalah Allah sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada tengah kedua abad pertama (50-100), jadi bukan merupakan hasil keputusan politik kaisar Konstantin melalui Konsili Nicea (325).

KANON ALKITAB

Kanon Alkitab tidak ada sangkut pautnya dengan raja Konstantin dan Konsili Nicea karena merupakan produk murni gereja dan sudah diterima gereja sejak abad-2 (kecuali surat Yak;2Ptr;2-3Yoh;Jud;Ibr yang diterima terbatas) dan secara lengkap diterima pada Konsili di Laodikea (363) yang diadakan gereja-gereja.
_________________
Alamat Baru SarapanPagi : http://www.sarapanpagi.org

5.                 5. LEONARDO DA VINCI

Siapakah Leonardo Da Vinci yang karyanya banyak dibahas sebagai mengandung simbolisme dalam novel-fiksi Dan Brown? Benarkah simbolisme itu ada?

DA VINCI bukan nama, namanya adalah Leonardo. Da Vinci keterangan yang menunjuk asal Leonardo yaitu Da (dari) Vinci (nama kota dekat Florence) di Itali.

HIDUPNYA

Leonardo Da Vinci (1452-1519) terkenal sebagai pelukis, pemahat, pemusik, arsitek, ahli tehnik, dan ahli sains. Kesenangannya yang luar biasa akan ilmu pengetahuan dan penelitian membekas dalam karya-karyanya. Inovasinya dalam bidang melukis pempengaruhi kesenian di Italia sampai satu abad berikutnya, dan penelitian sainsnya dibidang anatomy, optik, dan hidrolika meletakkan dasar banyak perkembangan dunia sains modern.

Ayahnya notaris berada dan saat Leonardo remaja pindah ke Florence, salah satu kota utama perkembangan seni dan sains. Ia lalu pergi ke Milan, dan tahun 1466 menjadi garzone (pelayan studio) pelukis Florence yang terkenal, Andrea del Verrocchio. Salah satu lukisan Andrea yang terkenal berjudul Baptism of Christ (1470), bagian malaekat yang berlutut dilukis oleh Leonardo. Ditahun 1478, Leonardo menjadi pelukis indipenden.

Banyak lukisannya mencerminkan kebiasaan buruknya, yaitu mengerjakan lukisannya lama sekali dan sering pada akhirnya tidak diselesaikan sampai tuntas.

KARYA LUKIS LEONARDO

Lukisannya pada masa awal di Milan adalah Madonna of the Rocks (1483-85) yang dikoleksi museum Louvre, dan versi lainnya Virgin of the Rocks (1490s/d1508) dikoleksi National Gallery London.

Pada tahun 1495-97, dilukis karya unggul The Last Supper pada dinding dalam biara Santa Maria della Grazie, di kota Milan.

Karya dilukis dengan cat minyak tempera yang kurang lekat dengan dinding, hingga ditahun 1500-an mengalami kerusakan. Pada tahun 1726 dilakukan usaha restorasi namun gagal, dan pada tahun 1977-99, dengan menggunakan teknologi mutakhir, dilakukan restorasi besar-besaran yang berhasil melakukan perbaikan di beberapa bagian.

Ditahun 1500 ia kembali ke Florence dan melukis Mona Liza (1503-03), lukisan disimpan museum Louvre, Paris. Ia melukis Potret Diri (1507) sketsa lukisan kapur di Palazo Realle, Turin.

Banyak lukisan yang dibuat Leonardo namun yang bertahan dan diketahui peninggalannya hanya 17 yang beberapa tidak selesai. Lukisan lainnya ditemukan dalam bentuk copy orang lain.

THE LAST SUPPER

Yesus yang duduk ditengah meja dan ruangan dijadikan pusat titik hilang pemandangan, dikelilingi 12 murid, 6 di sebelah kanan dan 6 di sebelah kiri-Nya.

Dalam Novel ‘The Da Vinci Code’, digambarkan seakan-akan Leonardo menyimpan olok-olokan yang ditujukan kepada agama Kristen dan gereja Roma Katolik dan menyembunyikannya dalam lambang-lambang dalam lukisannya itu. Dan Brown menulis bahwa sebenarnya lukisan Last Supper menjelaskan rahasia Biarawan Sion yang mantan pemimpinnya Leonardo, rahasia itu mengenai kepemimpinan rohani wanita.

Dalam lukisan itu disebut bahwa yang di kanannya dengan rambut merah sebenarnya Maria Magdalena. Dikatakan ada beberapa simbol dalam lukisan itu. Pakaiannya yang berwarna biru dengan selendang merah berlawanan tapi saling melengkapi dengan pakaian Yesus yang merah berselendang biru (Yin & Yang), dada figur itu menunjukkannya.

Bukti lain ada huruf V ceper di dekat Maria yang melambangkan cawan perjamuan (grail) dan juga rahim wanita, yaitu Maria yang menjadi ibu dari keturunan Yesus. Ditengah lukisan, dikatakan ada huruf M besar yang dianggap initial Maria Magdalena.

Disebelah Maria ada Petrus yang marah dengan tangannya ingin memenggal yang merebut kedudukan primatnya sebagai rasul kepala. Tangan kanannya memegang pisau mengancam Maria.

Dari sumber Ensiklopedia Encarta dan Britannica diketahui bahwa Leonardo ingin menghadirkan suasana perjamuan malam dengan gambaran mimik reaksi para rasul yang berbeda-beda:

[COLOR=B;UE]“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”[/COLOR] (Matius 26:21)

Encarta menyebut Yesus dikelilingi 12 murid-Nya, 6 dikiri dan 6 di kanannya. Ke-12 murid-Nya menunjukkan mimik reaksi mereka. Yesus dalam situasi menegangkan digambarkan sendirian, sadar akan misi penebusan ilahi—Nya duduk dalam keheningan dikelilingi para murid yang teragitasi. Ruangan dengan barisan permadani dinding, garis-garis lantai, dan garis-garis plafond memusat di wajah Yesus yang cerah dikelilingi rambut gelap sebagai titik hilang perspektif.

Buku ‘History of World Art’ (Upjohn-Wingert-Mahler, Oxford University Press, New York, 1958, p.289-292) menyebut maksud Leonardo: Yesus ditempatkan dipusat lukisan dengan 4 kelompok murid terdiri dari tiga orang, 2 kelompok dikiri dan 2 dikanannya. Yesus dipisahkan oleh Yohanes di sebelah kanan dan Yakobus disebelah kirinya dari para murid yang saling tumpang tindih menggambarkan bahwa murid-murid tak lama lagi akan meninggalkan dia.

Pada kelompok 3 murid dikiri dekat Yesus berdiri Thomas yang mengacungkan tangannya meragukan ucapan Yesus, Yakobus disamping Thomas merentangkan tangannya seakan-akan menolak nubuatan itu. Filipus dibelakang Yakobus meletakkan kedua tangannya di dada menunjukkan devosinya pada Yesus.

3 murid di sebelah kanan Yesus yaitu Yohanes yang digambarkan sebagai pribadi yang halus yang dikenal sebagai rasul kasih. Yohanes tersentak mendengar kabar ada yang mau menyerahkan Yesus, dibelakangnya Petrus menunjukkan muka marah dan ingin melawan mereka yang berani menyerahkan Yesus sambil memegang pisau.

Murid ketiga di kanan Yesus adalah Yudas yang mukanya berada dalam kegelapan. Setelah mendengar ucapan Yesus duduk tersentak ke belakang sambil mendekap pundi-pundi uang suap yang diterimanya dari para pemimpin Yahudi untuk menyerahkan Yesus. Enam murid lainnya di kanan dan kiri jauh dari Yesus ikut teragitasi dan duduk mempertanyakan ucapan Yesus.

MONA LIZA

Karya Mona Liza juga diplesetkan dalam Novel itu, Mona Liza digambarkan sebagai penjelmaan dewi Isis, dewi kesuburan wanita Mesir, demikian juga itu dianggap lukisan diri Leonardo sendiri yang mengenakan jubah wanita.

Pelecehan yang dilakukan Dan Brown penulis ‘The Da Vinci Code’ itu membuat marah sebagian orang di kota Vinci, Italia, dimana Leonardo dilahirkan. Mereka baru-baru ini membuat pengadilan atas pelecehan buku itu terhadap salah satu mantan warga kota karena dalam novel itu lukisan-lukisan Leonardo banyak disalahartikan secara simbolis dan dilecehkan. Pertemuan pengadilan warga itu dibuka dengan pidato pembukaan oleh Allesandro Vezzusi, direktur museum Leonardo Da Vinci di kota itu. Allesandro menyebut: “Leonardo direpresentasikan secara keliru dan dikecilkan.”

6.                 6. THE HOLY GRAIL

The Holy Grail adalah legenda tentang Cawan Perjamuan yang digunakan oleh Tuhan Yesus yang digunakan bersama dengan para muridnya malam sebelum Paskah Yahudi. Novel-novel tertentu dan juga Dan Brown mengakomodasi legenda demikian dengan lebih jauh memberi arti simbolis ‘Grail’ sebagai memiliki arti lebih luas dari sekedar cawan untuk minum, mereka memberi arti ‘Grail’ sebagai lambang rahim perempuan.

DALAM LEGENDA The Holy Grail merebak sekitar raja Arthur yang legendaris itu dimana para pahlawan meja bundarnya berusaha menemukan cawan itu.

LEGENDA HOLY GRAIL

Menurut Tradisi, Yusuf dari Arimatea menyimpan The Grail (cawan) itu setelah malam perjamuan dan kemudian cawan itu dipakai untuk menampung darah yang tertetes dari tubuh Yesus yang disalib.

Setelah dibawa ke Inggeris, cawan itu secara turun temurun disimpan oleh keluarga Yusuf. Cawan itu kemudian dipercayai sebagai membawa mujijat seperti dapat memberi makan pada mereka yang tidak berdosa, dapat membutakan mereka yang hatinya tidak tulus dan membuat orang jahil menjadi bisu.

Legenda Holy Grail menempati tempat sentral dalam pustaka sekeliling raja Arthur dalam buku roman berjudul ‘Perceval, ou le conte du graal’ (Percival, hikayat Cawan Perjamuan, 1190) yang ditulis oleh sastrawan Perancis Chretien de Troyes.

Ceritanya tentang pemuda Percival yang ingin menjadi ksatria raja Arthur. Dalam perjalanannya ke benteng Arthur, ia mampir ke benteng raja Fisher yang menjadi penjaga Cawan dan Tombak yang dipakai membunuh Yesus. Karena perbuatannya yang berdosa, raja Fisher menjadi bisu.

Ketika berada di benteng ia melihat prosesi cawan dan tombak yang berdarah itu diarak didepan raja yang bisu. Setelah beberapa pengembaraannya, Percival kembali ke benteng itu dan menyembuhkan kebisuan Fisher.

Dalam legenda yang timbul kemudian, cawan itu menjadi obyek pencarian para ksatria meja bundar raja Arthur, dan dari para ksatria itu, salah satu ksatria bernama Sir Galahad yang berhati murni tanpa dosa berhasil mendapatnya dan mengalami visiun. Ia diiringi oleh Percival dan Bors, namun keduanya tidak ikut melihat visiun itu pada saat akhir penemuan cawan itu.

Cerita roman Jerman pada abad-13 menempatkan ksatria meja bundar lainnya Sir Gawain sebagai yang mendapatkan cawan itu. Ada juga legenda yang menyebutkan cawan itu berubah menjadi batu mulia yang jatuh dari surga.

Pada legenda terakhir cawan itu diberitakan hilang dan tidak pernah ditemukan lagi.

MAKNA GRAIL

Legenda sekitar Grail tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan gereja Roma Katolik mengenai Relikwi, yaitu peninggalan orang-orang suci yang dikeramatkan (seperti jubah Turin).

Ada yang menyebutkan bahwa legenda Grail punya asal muasal legenda Viking yang menjadikan tanduk sebagai cawan minuman dan bisa mendatangkan mujizat dan berkat.

Ada juga beberapa makna berkembang sekitar legenda Grail, ada yang mengatakan bahwa Grail tidak bisa dilihat oleh orang biasa melainkan oleh mereka yang tidak berdosa seperti Percival dan Galahad.

Penetapan tokoh Galahad yang adalah anak dari ksatria Lancelot merupakan pengungkapan cinta suci yang dibandingkan dengan cinta nafsu manusia. Galahad adalah anak Lancelot dengan isterinya Elaine, sedangkan legenda sekitar Arthur menyebutkan Lancelot berselingkuh dengan Guinevere yang adalah isteri raja Arthur.

Galahad kemudian menjadi raja Sarras dan meninggal setahun kemudian.

Ada juga yang menyebutkan bahwa legenda Grail adalah bagian dari pencarian manusia akan hubungan mistis dengan Tuhan, dan banyak yang menyebutkan bahwa legenda itu berkaitan dengan pengajaran Bernard de Clairvaux, yang mengemukakan bahwa tahap-tahap anugerah dimana manusia mencapai kesempurnaannya digambarkan sebagai tahap-tahap pencarian Grail oleh para ksatria.

Keberhasilan Galahan memperoleh Grail bukan disebabkan karena keperkasaannya sebagai ksatria tetapi karena kemurnian hatinya.

GRAIL & KEPERAWANAN

Adanya plesetan legenda Grail dari cawan mistik menjadi lambang yang menunjuk keperawanan adalah perkembangan legenda pada akhir-akhir ini sejalan dengan usaha mempopulerkan legenda Maria sebagai isteri Yesus dan melahirkan anak-anak.

7.                 7. OPUS DEI

Opus Dei dalam novel The Da Vinci Code banyak dibicarakan dan dua paragraf digunakan untuk memberi nilai tambah, namun 400 halaman diberikan untuk mendiskreditkan organisasi Roma Katolik ini.

Apakah organisasi Opus Dei itu?

OPUS DEI (Karya Tuhan) adalah sebuah organisasi kaum awam (non-imam) Roma Katolik yang berpusat di kota New York dan berkembang pesat sehingga organisasi ini pengaruhnya meluas ke seluruh dunia.

PENDIRI

Opus Dei didirikan oleh seorang imam Spanyol bernama Josemaria Escrive de Balaguer y Albas pada tahun 1928, dan karena karyanya yang positif, pada tahun 1950 disetujui oleh Paus, dan pada tahun 1982 disetujui untuk menjadi sebuah ‘perwalian gereja’ (prelate).

Perubahan status ini menempatkan pemimpin Opus Dei yang dipilih Paus bukan sebagai presiden-direktur tetapi sebagai ‘wali gereja’ (prelate) yang sebanding dengan kedudukan seorang Uskup diokese.

Bila uskup memerintah atas wilayah diokese tertentu, Opus Dei mengorganisasi anggotanya yang tersebar dimana-mana namun tetap dibawah pengawasan keuskupan lokal. Escriva meninggal tahun 1975 dan diangkat menjadi orang suci oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2002.

AKTIVITAS

Opus Dei adalah organisasi internasional yang ditujukan untuk menjalankan prinsip-prinsip kekristenan di dunia sekuler. Bagian terbesar keanggotaan berasal dari masyarakat umum yang dianjurkan untuk tetap menjalankan profesi mereka. Organisasi ini dibagi menjadi bagian laki-laki dan perempuan, dan jumlah imam sedikit sekali dibanding umat.

Dalam aktitivitasnya, Opus Dei sering menimbulkan kontroversi, ada yang menganggapnya mendatangkan kebaikan dalam bidang pendidikan dan pelayanan sosial, namun ada juga yang meng-anggapnya sebagai menjalankan agenda teologi dan politik yang sangat konservatif.

Ensiklopedi Encarta menyebut bahwa akhir-akhir ini Opus Dei dikritik karena menjalankan ritus dan praktek menyakiti diri sendiri untuk ikut merasakan penderitaan Yesus di kayu salib.

TANGGAPAN OPUS DEI

The Da Vinci Code banyak menyinggung organisasi Opus Dei yang informasinya diterima dari beberapa anggota Opus Dei yang aktif dan yang sudah keluar. Benarkah klaim Dan Brown yang sesasional itu?

Pimpinan Opus Dei menanggapi buku ini dengan menyebutkan bahwa novel itu adalah fiksi jadi tidak layak dijadikan rujukan untuk mengenal Opus Dei.

Banyak dilakukan Dan Brown menyangkut aktivitas Opus Dei yang mengeneralisasikan kasus-kasus kecil dan menyimpulkannya sebagai praktek umum. Beberapa contohnya adalah:

• Dalam novel dikesankan bahwa Opus Dei adalah ordo-biara yang anggotanya terdiri dari biarawan dan biarawati, padahal Opus Dei bukan ordo-biara melainkan organisasi kaum awam. Memang ada pastor sebagai anggotanya tetapi persentasinya kecil;

• Anggota Opus Dei tidak menjalani kehidupan biara yang mengasingkan diri dari dunia, berdoa terus-menerus, atau tidur di atas jerami, melainkan mereka hidup dan melayani pelayanan sosial yang nyata di masyarakat sekuler;

• Novel menggambarkan seakan-akan anggota Opus Dei dihalalkan untuk berbohong, menipu, bahkan membunuh bagi Tuhan. Disebutkan juga dalam novel seakan-akan Opus Dei mengejar kekayaan dan kekuasaan. Ini lebih merupakan pemutar balik-kan fakta kebenaran;

• Opus Dei digambarkan semua anggotanya menggunakan cilice (kawat duri dipaha) untuk menyakiti diri, padahal ini hanya dilakukan sukarela oleh perorangan tertentu seperti yang dilakukan perorangan tertentu dalam gereja;

• Opus Dei digambarkan secara keliru dalam novel seakan-akan sebuah sekte sesat yang menjalankan cuci-otak, padahal kenyataannya diterima secara penuh sebagai bagian gereja setingkat keuskupan;

• Opus Dei dituduh melakukan diskriminasi terhadap wanita, faktanya pekerjaan pemeliharaan gedung kebanyakan dilakukan pekerja wanita yang dibayar;

Ada kesan kuat novel The Da Vinci Code mendiskreditkan gereja Roma Katolik dengan menyebut praktek gereja dengan gambaran praktek abad pertengahan.

8.                 8. THE TEMPLARS

Siapakah The Templars yang digambarkan dalam novel The Da Vinci Code, dan benarkan bahwa the Templars dibentuk untuk mengamankan dokumen rahasia keturunan Maria Magdalena dari reruntuhan Bat Allah yang dibangun Salomo?

APAKAH The Templars itu?

ORDO MILITER

Seusai Perang Salib I (1095-1099) beberapa ordo militer dibentuk untuk ikut mempertahankan Palestina dari serangan kerajaan Islam, dan yang terkenal adalah The Templars, yang bertujuan untuk melindungi para peziarah yang mengunjungi Yerusalem.

Mereka menyatakan diri sebagai organisasi militer, agama dan sosial dan para anggotanya menjalankan sumpah untuk hidup miskin, kesucian dan ketaatan. The Templars diakui sebagai ordo oleh Paus pada tahun 1128, dan mereka yang termasuk lapisan atas atau ksatria (knights) menggunakan jubah punggung putih dengan tanda salib.

Dengan kemajuan kerajaan Islam dibawah Sultan Saladin dan kejatuhan Yerusalem pada tahun 1187, The Templars memindahkan markasnya ke Antiokhia, lalu ke Acra dan kemudian ke Kaisaria, lalu pada tahun 1291 mereka keluar dari Palestina, tanah basis operasi mereka.

Kekuasaan dan kekayaan The Templars yang besar dengan 20.000 anggota menyebabkan mereka menjadi sasaran iri hati dan pada tahun 1307 raja Phillip IV di Perancis memburu mereka sebagai bidat dan dengan restu Paus Clement V, pimpinan dan anggota The Templars dipenjarakan, dan pada tahun 1313 Paus membubarkan ordo The Templars.

Banyak yang menenggarai bahwa harta kekayaan dan tanah yang luas milik The Templarslah yang menjadi alasan pemburuan dan perebutan oleh pemerintah.

TEMPLARS DITUNGGANGI

Dan Brown kenyataannya menunggangi drama perburuan The Templars dengan mengkaitkan keberadaan mereka yang kontroversial untuk mengamankan rahasia keturunan darah Maria Magdalena yang kuburannya disebut berada di Bait Allah Salomo.

Tidak ada catatan sejarah yang mendukung cerita itu jadi memang fiksi. Memang ada gereja Templars (Temple Church) namun kaitan dengan Maria adalah fiksi.

9.                 9. EPILOG

Memang Dan Brown mengakui karyanya sebagai fiksi, namun ia membingungkan pembaca tentang fakta yang dikatakan benar dalam novelnya.

BEBERAPA kesimpulan dapat disebutkan sebagai berikut:

• Novel ini diakui penulisnya sebagai fiksi dan mimpi tetapi diklaim ada fakta juga sekitar data arsitektur, lukisan dan lainnya. Kebesaran Leonardo Da Vinci dimanipulir dalam novel ini;

• Buku ini bisa membingungkan pembaca karena batas antara fakta dan yang fiksi di dalamnya kabur sehingga membuka luas kemungkinan fiksi dianggap fakta;

• Novel itu tendensius yang mendiskreditkan kekristenan dan praktek gereja Roma Katolik. Kepercayaan ke’Tuhan’an Yesus dan Kanonisasi Alkitab yang diisukan dihasilkan Konstantin dalam Konsili Nicea (325) memutar-balik fakta;

• Fiksi perkawinan Yesus dan Maria Magdalena bukan fakta melainkan dicari-cari alasan untuk mendukungnya. Maria Magdalena bukan pelacur seperti yang diceritakan novel itu.

Legenda Holy Grail adalah legenda abad pertengahan, demikian juga Biarawan Sion tidak ada fakta sejarahnya;

• Buku ini mengemban misi terselubung menebarkan faham New Age (zaman Aquarius), Gnostik, Arianisme yang merendahkan Yesus dari ke’Tuhan’an-Nya, dan meneruskan cerita sensasi yang dicetuskan oleh: Jesus Seminar, film The Last Temptation of Christ, dan buku Holy Blood & Holy Grail yang lebih dahulu populer;

• Namun, sekalipun demikian, umat Kristen tidak perlu panik dan melarang buku itu. Pelarangan justru akan mendongkrak popularitas novel itu;

Sebaliknya juga tidak perlu mempopulerkan buku itu, melainkan cukup dengan memberi informasi pada umat Kristen bahwa novel itu memang fiksi yang membonceng fakta.

-end-

(Disalin dari Yabina Ministry/ Herlianto)

10.             DA VINCI CODE, dan cerita Yesus menikahi Maria Magdalena, cuma jiplakan ide dari novel karya Nikos Kazantzakis (1885-1957), judulnya O TELEFTEOS PIRASMOS, tahun 1955, sama sekali bukan ide baru.
http://www.kirjasto.sci.fi/kazantza.htm

Dan sudah difilm kan di THE LAST TEMPTATION OF JESUS, Tahun 1980-an oleh Martin Scorsese

Jadi orang-orang yang menghebohkannya, memang belum tahu ‘ide khayalan ini’ yang sebenarnya udah lama dirilis dan hanya korban marketing penjual buku itu saja.

Dalam Novel itu ditulis bahwa, “Kisah ini tidak didasarkan kitab-kitab Injil tetapi cerita fiksi tentang pertentangan rohani yang kekal”

Jadi artinya FIKSI doang, kalo masih ada orang yang mau dibodohin lagi ama novel DA VINCI CODE, ya silahkan saja
yang ada anda cuma nambahin omzet jual mereka aja

11.             Bukankah manusia senang di bohongi ? misal dalam pertunjukan sulap.

beberapa testimoni yg menyukai alur fiksional dari da vinci code :

WOW…
Blockbuster perfection. An exhilaratingly brainy thriller.
Not since the advent of Harry Potter has an author so flagrantly delighted in leading readers on a breathless chase and coaxing them through hoops.
–Janet Maslin
THE NEW YORK TIMES

A new master of smart thrills.
A pulse-quickening, brain-teasing adventure.
–PEOPLE MAGAZINE

This is pure genius.
Dan Brown has to be one of the best, smartest,
and most accomplished writers in the country.
–NELSON DEMILLE

Thriller writing doesn’t get any better than this.
–DENVER POST

This masterpiece should be mandatory reading.
Brown solidifies his reputation as one of the most skilled thriller writers on the planet with his best book yet, a compelling blend of history and page-turning suspense. Highly recommended.
–LIBRARY JOURNAL

Exceedingly clever.
Both fascinating and fun…a considerable achievement.
–WASHINGTON POST

A heart-racing thriller.
This story has so many twists — all satisfying, most unexpected — that it would be a sin to reveal too much of the plot in advance. Let’s just say that if this novel doesn’t get your pulse racing, you need to check your meds.
–SAN FRANCISCO CHRONICLE

A thundering, tantalizing, extremely smart fun ride.
Brown doesn’t slow down his tremendously powerful narrative engine despite transmitting several doctorates’ worth of fascinating history and learned speculation, “The Da Vinci Code” is brain candy of the highest quality — which is a reviewer’s code meaning, ”Put this on top of your pile.”
– CHICAGO TRIBUNE

One hell of a read.
A gripping mix of murder and myth.
–NEW YORK DAILY NEWS

An international chase…a quest…codes within codes. Brown’s novel is a pager-turner… and you’ll never view “The Last Supper” the same way again. Favorable review.
–THE CHRISTIAN SCIENCE MONITOR

Dan Brown’s conspiracy-theory thriller is the pulp must-read of the season…an ingenious mixture of paranoid thriller, art history lesson, chase story, religious symbology lecture and anti-clerical screed, and it’s the most fun you can have between the sort of covers that aren’t 300-count Egyptian cotton.
–SALON.COM

Mei 18, 2009 at 9:36 pm Tinggalkan komentar


Kalender

Agustus 2014
S S R K J S M
« Mei    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Posts by Month

Posts by Category


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.